Senin, 07 November 2011

Idhul Adha 1432 H

Suasana idhul adha tahun ini...masih di perantauan lagi...tanpa keluarga tercinta, hm.... Tapi, kalo tahun kemarin menghabiskan idhul adha bersama mbak Fajar maka tahun ini bersama kak Maulia  dan Oza di kota Lhokseumawe.
Lokseumawe adalah kota terbesar kedua setelah banda Aceh di wilayah Nanggoe Aceh darusalam. Kalo dahulu kita tak asing dengan istilah petro dolar untuk menyebut kota ini, pasalnya di kota ini dulu PT Arun dan PT PIM masih sangat berjaya sehingga kota ini menjadi kota paling terkenal jika kita menyebut nama aceh.

Lebaran di perantauan, ada suka dukanya juga. Duka saat kangen dengan masakan bunda, suka karena banyak teman baik di sini...Dan hari pertama di sini, saya habiskan dengan berkeliling kampung jawa lama serta ke rumah saudara-saudara kak lia (sedih juga jauh dari keluarga, hikzz....)

kemudian, dilanjutkan jalan-jalan berkliner, niatnya ingin mencoba bakso, rupanya jadi juga mencari tapi  letaknya di pegunungannya kota lhokseumawe tepatnya di cot matahe...awalnya ingin kencan sore bersama kak yun mencari madu, tapi apa daya bakso memiliki daya pikat yang kuat. Cut Matahe, menghabiskan waktu perjalanan sekitar 45 menitan, maklum dengan relief jalan yang berbukit dan aspal yang tidak rata, ditambah terkadang ada rombongan sapi dan kambing yang melintasi jalan raya, sehingga kadang membuat jalanan macet. Hm, insiden sapi dan kambing turun ke jalan sudah biasa di banda aceh, dan akan terasa aneh bagi orang yang baru pertama di aceh, karena di tempat tinggal saya (jatim) hewan-hewan pasti akan diikat atu dikurung oleh si pemilik dan pemiliklah yang mencarikan rumput. kalo di sini mungkin karena faktor keamanan dari maling hewan maka sapi-sapi yang merumput sendiri.. (glek!!)
Lokseumawe memiliki keindahan waduk, pantai dan gunung. walaupun kota ini kecil dan berada di pinggir laut tapi cukup sarat penduduk.
Beralih dari loksmawe, setelah tiga hari menghabiskan liburan di lhoks, maka saatnya kembali ke banda. Lama perjalanan banda-lhoks kurang lebih 6 jam (teler...). Tapi, karena pemandangan aceh cukup indah, apalagi seulawah (gunung sepasang yaitu seulawah agam dan seulawah inong), maka 6 jam tak terlalu membosankan.





Niatnya selama perjalanan di seulawah ingin memotret gunung seulawah agam-inong, tapi apa daya keterbatasan kamera, dan hanya dapat dilakukan dari dalam mobil dengan kecepatan tertentu, maka hanya beberapa saja yang terambil. Hal yang disayangkan dari seulawah adalah adanya penggundulan, sehingga beberapa pohon bekas di bakar terlihat di beberapa titik. cukup disayangkan. Hal yang menarik lain dari seulawah adalah oleh-oleh khasnya, yaitu aneka macam keripik dan tape ubi manis....

Akhirnya, setelah 6 jam, Alhamdulillah tiba juga di kota banda. Siap-siap ngantor walaupun telat...hehe...


'8 nov 2011'



Tidak ada komentar:

Posting Komentar