Tak terasa dua tahun lima bulan sudah berada di pulau bernama Aceh. Pulau paling ujung indonesia yang dulu terkenal dengan sebutan DOM alias daerah operasi militer. Dan pulau yang juga diterjang tsunami tahun 2004 silam.
Dua tahun lalu, keputusan untuk ke aceh begitu bulat. Dengan pancaran semangat dan niat pengabdian maka kakipun mantap menerima tawaran menjadi pengajar di salah satu politeknik di aceh.Dua tahun lalu kaki masih terasa ringan untuk menetap disini tanpa saudara..apa mau dikata, namanya juga sedang bersemangat '45.
Aceh, daerah yang terdiri dari berbagai etnis, jawa, cina, india, arab, turki dan lain sebagainya. Daerah yang menerapkan prinsip2 syariat islam pada kehidupan masyarakatnya. Di sini akan sangat jarang sekali dijumpai wanita tanpa jilbab, bahkan anak kecil sekalipun telah wajib berjilbab sejak sekolah dasar. Benar-benar mengagumnkan. Walaupun belum semuanya terwarnai dengan syariat paling tidak aceh telah merupaya membangun daerah bersyariat islam.
Dari segi bahasa sendiri amat sulit mempelajari bahasa aceh. Dari segi penduduk, ada beragam tipe orang di aceh, tak jauh beda dengan di jawa. Sedangkan dari segi makanan...berat...dengan makanan khas berkadar leak dan kolestrol tinggi.
Aceh...satu alasanku bertahan mungkin satu, niat untuk mengabdi pada dunia pendidikan, hingga hampir 2,5tahun bertahan...
Sekarang, mulai terasa berat tinggal di aceh tanpa ada satupun keluarga...Yah, walau bagaimanapun juga keluarga memang segalanya, ayah , bunda dan adik di sana.....
Sekarang, kembalikan dulu niat, jaga dulu semangat mari mengabdi di aceh dan merancang untuk kembali mengabdi di jawa.... :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar