Sabtu, 09 Juni 2012

Tentang teman

Teman ialah orang yang berada disekitar kita, orang yang kadang berpengaruh pada pola hidup seseorang. Teman bisa berupa teman biasa, atau teman yang hanya sebatas akrab dengan kita, dan teman juga ada yang disebut dengan sahabat, untuk orang yang dekat dengan kita, yang kita percaya, serta bisa menjadi tempat berbagi.


Adalah benar jika seseorang itu dapat dilihat dari dengan siapa ia berteman baik. Jika teman dan lingkungan pergaulannya baik maka ia baik dan jika teman dan lingkungan pergaulannya buruk, maka buka tidak mungkin seseorang terbawa arus. walaupun ada perkecualian untuk orang tertentu yang dapat berteman dengan siapa saja tanpa lebur, dan ini sangat langka.

 

Saya setuju dengan ungkapan bahwa jika seseorang berteman dengan penjaul minyak wangi maka ia bisa ketularan wanginya, sedang jika ia berteman dengan pandai besi ia bisa terpercik apinya atau terkena bau asapnya. Ada yang pernah bilang bahwa, jangan melihat sesuatu dari luarnya, karena itu tidak menajmin isi di dalamnya. Tapi, jika melihat sesuatu tidak dimulai dari luarnya bagaimana kita tahu isi di dalamnya, bukankah sesuatu yang tampak itu kurang lebih jua mencerminkan isi di dalamnya. Seseorang yang baik, jika berteman dengan orang yang buruk, apa tidak mungkin lama kelamaan akan terbawa arus? meskipun masih mungkin untuk membawa orang yang buruk menjadi baik, tapi rasanya sangatlah sulit, apalagi di zaman yang serba bebas seperti sekarang ini. Zaman yang kita harus benar-benar selektif dalam memilih teman. Bukan sekedar teman kerja atau teman main tapi lebih dari itu, teman yang membawa pada kebaikan diri, peningkatan kualitas diri, dan teman yang selalu mengingatkan saat kita khilaf serta selalu membersamai langkah agar tidak bengkok.



Berteman, pertemanan dan persahabatan, adalah hal yang tak dapat lepas dari aktivitas hidup kita. karena sejatianya manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Maka, memilih teman yang baik adalah pilihan, agar kitapun bisa menjadi baik dan menebarkan kebaikan kepada orang lain. 


*banda aceh, juni 2012

Selasa, 05 Juni 2012

Anak-anakku

Alhamdulillah, punya 13 orang anak yang duduk di semester akhir politeknik aceh. Punya 13 anak itu ribet ternyata, apalagi dengan tipical bawaan lahir yang berbeda-beda, hehehe....Walaupun berbeda tapi mereka memang so special for me. Saya menyebut merekai anak-anak agar lebih ada ikatan hati aja, kalo saya menyebutnya 'mahasiswa' sajaknya ada gap.

ketigabelas anak saya terdiri dari 4 cewek dan 9 cowok. awalnya sih 10 orang saja anak saya, tapi dapat tambahan 3 orang yang mengulang TA. gak apa-apa selama mereka masih baik dan bisa diatur. Manusia itu emang diciptakan dengan keunikannya masing-masing. Tiap orang emang beda, dan tentunya tiap oarng begitu special.


Kembali ke anak saya yang berjumlah 13 itu, yang pintar dan IP nya selalu baik adalah seorang anak cewek keturunan jawa yang tinggal di aceh sejak lama, bahkan menetap. anak gadis saya ini rajin dan kritis. Kalo ingat anak ini, saya senang karena walaupun dia bukan orang aceh asli tapi dia bisa jadi yang terbaik di kelasnya di antara anak-anak lain. Selanjutnya anak saya yang pintar juga asli aceh, cowok. Anak ini dulu sangat jarang telat, tapi smenjak pulang magang jadi sering telat, dan sering kena hukuman lari di pagi hari. 3 anak gadis saya yang lain juga lumayan pintar dan aktif, sedangkan 9 anak cowok saya yang lainnya cukup beraneka ragam, ada yang emang diem, ada yang pemalu, ada yang kurang PD, ada yang suka ngelawak walaupun jarang bicara, dan ada yang masih menyimpan bibit-bibit kebandelan serta ada yang caper sampai bikin BT.

Pernah suatu ketika saya dibuat senewen dengan dua orang anak saya yang saya dapatkan dari wali kelas sebelumnya. Berhadapan dengan anak2 ini emang harus ekstra sabar, pasalnya anaknya antara ingin kuliah dan tidak, beberapa minggu tidak masuk praktikum, sampai kami panggil orang tua, ee tapi tobatnya tobat sambel, masuk beberapa waktu terus kembali lagi tak masuk dengan alasan sakit.
Rasanya geram campur kasihan juga, geram, sudah capek-capek dibiayain kuliah, tapi seenaknya saja. emang kuliah nggak bayar, pikir saya. Masih untung bisa kuliah, karena di luar sana ada ribuan orang yang tak bisa kuliah karena tidak kuat membayar, lah ini, tinggal kuliah sampe lulus aja susahnya minta ampun....

Mungkin seperti itulah, susahnya menjadi orang tua di zaman modern seperti sekarang ini. Pembelajaran buat saya untuk selalu belajar bagaimana menjadi orang tua didik atau wali kelas yang baik, yang dapat mentreatment mereka sesuai bakat alamiah. Yah, mungkin seperti itu tuntutan seorang pengajar especially pengajar di politekniki yang sistem kuliahnya seperti anak SMA. Kejar 3 tahun lulus dengan komposisi kuliah teori dan praktikum yang padat.


Aha, anak-anak saya sedang proses pengerjaan TA, sebentar lagi mereka akan lulus. Semoga mereka dimudahkan mendapat pekerjaan yang terbaik kelak :) walaupun unik, nyeleneh, bikin senewen tapi mereka begitu special. Semangat anak-anak EB Elka industri 2009, TA itu menyenangkan, nikmati, kerjakan, dan terus berusaha....hehehe..... ^^

Selasa, 01 Mei 2012

Bersabarlah.....

"Bersabarlah...karena di dalam kesabaran itu kan menghadirkan ketenangan...Sesungguhnya Allah tidak akan membebani seseorang di luar kesanggupannya, dan yakinlah pertolongan Allah itu akan datang setelah ikhtiar terbaik yang kita usahakan " , Nasihat saya untuk mengutakan diri ketika ujian kesabaran itu hadir.

Ada yang bilang bahwa ujian kesabaran itu begitu berat, ada pula yang bilang bahwa kesabaran itu ada batasnya...
Memang bersabar itu, lebih mudah mengatakan daripada menjalani.. 
Ketika kesabaran saya diuji, ketika saya merasa sesuatu itu begitu berat dan menyesakkan, ketika saya merasa telah berusaha maksimal dan pasrah maka, saya cenderung membuka surah An-Nasr atau Alam Nasyrah yang selalu menguatkan agar senantiasa bertawakal atas usaha dan doa yang telah dilakukan :


Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (5)
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (6)
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) 
yang lain (7)
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.(8)

Maha Suci Allah, yang memberikan ujian namun juga memberikan solusi, karena sejatinya setiap ujian itu tak lain adalah bukti kecintaan Allah pada hamba-hambaNya.

Bersabar itu membuahkan kepuasan saat Allah datangkan hikmah dibaliknya. InshaAllah setiap kesabaran kan dibalas dengan pahala. Tiap kesulitan pasti ada jalan keluar. Tiap harapan yang diiringi usaha dan doa kan membuahkan hasil, walau kita tak pernah tau kapan ia kan terkabul, tapi yakinlah bahwa Allah selalu membrikan yang kita butuhkan...
Hasbunallah...Cukup bagiku Allah, sebaik-baik majikan, tempat meminta dan memohon pertolongan...



(Nasihat buatku yang sedang diuji kesabaran.... ^^v)