Selasa, 05 Juni 2012

Anak-anakku

Alhamdulillah, punya 13 orang anak yang duduk di semester akhir politeknik aceh. Punya 13 anak itu ribet ternyata, apalagi dengan tipical bawaan lahir yang berbeda-beda, hehehe....Walaupun berbeda tapi mereka memang so special for me. Saya menyebut merekai anak-anak agar lebih ada ikatan hati aja, kalo saya menyebutnya 'mahasiswa' sajaknya ada gap.

ketigabelas anak saya terdiri dari 4 cewek dan 9 cowok. awalnya sih 10 orang saja anak saya, tapi dapat tambahan 3 orang yang mengulang TA. gak apa-apa selama mereka masih baik dan bisa diatur. Manusia itu emang diciptakan dengan keunikannya masing-masing. Tiap orang emang beda, dan tentunya tiap oarng begitu special.


Kembali ke anak saya yang berjumlah 13 itu, yang pintar dan IP nya selalu baik adalah seorang anak cewek keturunan jawa yang tinggal di aceh sejak lama, bahkan menetap. anak gadis saya ini rajin dan kritis. Kalo ingat anak ini, saya senang karena walaupun dia bukan orang aceh asli tapi dia bisa jadi yang terbaik di kelasnya di antara anak-anak lain. Selanjutnya anak saya yang pintar juga asli aceh, cowok. Anak ini dulu sangat jarang telat, tapi smenjak pulang magang jadi sering telat, dan sering kena hukuman lari di pagi hari. 3 anak gadis saya yang lain juga lumayan pintar dan aktif, sedangkan 9 anak cowok saya yang lainnya cukup beraneka ragam, ada yang emang diem, ada yang pemalu, ada yang kurang PD, ada yang suka ngelawak walaupun jarang bicara, dan ada yang masih menyimpan bibit-bibit kebandelan serta ada yang caper sampai bikin BT.

Pernah suatu ketika saya dibuat senewen dengan dua orang anak saya yang saya dapatkan dari wali kelas sebelumnya. Berhadapan dengan anak2 ini emang harus ekstra sabar, pasalnya anaknya antara ingin kuliah dan tidak, beberapa minggu tidak masuk praktikum, sampai kami panggil orang tua, ee tapi tobatnya tobat sambel, masuk beberapa waktu terus kembali lagi tak masuk dengan alasan sakit.
Rasanya geram campur kasihan juga, geram, sudah capek-capek dibiayain kuliah, tapi seenaknya saja. emang kuliah nggak bayar, pikir saya. Masih untung bisa kuliah, karena di luar sana ada ribuan orang yang tak bisa kuliah karena tidak kuat membayar, lah ini, tinggal kuliah sampe lulus aja susahnya minta ampun....

Mungkin seperti itulah, susahnya menjadi orang tua di zaman modern seperti sekarang ini. Pembelajaran buat saya untuk selalu belajar bagaimana menjadi orang tua didik atau wali kelas yang baik, yang dapat mentreatment mereka sesuai bakat alamiah. Yah, mungkin seperti itu tuntutan seorang pengajar especially pengajar di politekniki yang sistem kuliahnya seperti anak SMA. Kejar 3 tahun lulus dengan komposisi kuliah teori dan praktikum yang padat.


Aha, anak-anak saya sedang proses pengerjaan TA, sebentar lagi mereka akan lulus. Semoga mereka dimudahkan mendapat pekerjaan yang terbaik kelak :) walaupun unik, nyeleneh, bikin senewen tapi mereka begitu special. Semangat anak-anak EB Elka industri 2009, TA itu menyenangkan, nikmati, kerjakan, dan terus berusaha....hehehe..... ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar