Semua kan indah pada saatnya, saya yakin itu...di tengan fenomena diskusi dan curhat-curhatan dengan saudari2 saya. Ada yang mengeluhkan mengapa setelh lulus beberapa bulan tapi belum juga diterima bekerja, ada pula yang telah matang dari segi usia tapi jodoh belum datang menghampiri, lantas?? Hm, puyeng juga rasanya, tapi pasti ada resah, gundah dan sedih yang ikut mewarnai, krn saya juga pernah merasakan masa-masa vakum 2 bulan setelah lulus....tapi, positif thinking aja..nikamti saja masa nganggur itu dengan hal-hal positif misalnya membantu ibu, karena kalo kita kerja jauh dari ortu pastinya susyeh sekali untuk birul walidahain (berbakti) langsung kyk dirumah...dan perbanyak doa dengan segenap keyakinan. Saya dulu pernah merasa kacau pas masa itu, tapi Alhamdulillah ada ibu, ayah n sahabat2 yang menguatkan dan alhamdulillah tak berselang lama saya terbang ke bandung... (alhamdulillah ya). Teman seangkatan kuliah saya pun pernah mengalami hal yang sama, tapi kami saling memotivasi bahwa skenarionya adalah yang terbaik dan semua kan indah saat masa itu tiba. ndilalah pada diterima di perusahaan bonafid dan BUMN, Subahanallah, sekali lagi skenarioNya itu begitu indah dan tepat lho...
well, untuk indah pada masanya tentang jodoh...saya yakin juga bahwa semua kan indah pada masanya. Mengenang chatting dengan kak Wina, kenapa ya banyak muslimah keren yang sudah matang tapi belum juga menikah? apa para ikhwan itu pilih2, akhwatnya yang pilih2 ato emang belum datang jodohnya? Terlepas dari opsi satu dan dua, saya memilih opsi yang ketiga yaitu emang belum datang jodohnya. Kenapa begitu? bukankah Allah itu sesuai prasangka hambaNya dan bukankah pertolongan Allah datang atas usaha kita juga. Usaha yang saya maksud ya, usaha perbaikan diri, usaha melalui orang-orang yang kita percaya, dan tawakal kita atas segala usaha yang sudah kita lakukan.
Terkait usaha perbaikan diri, sudah seberapa jauh kita mengevaluasi diri kita, mulai dari sikap dan perilaku kita apakah sudah sesuai dengan etika seorang muslim, kemudian sudahkah kita memperbaiki amal ibadah kita mulai dari yang wajib ditambah yang sunnah, sudah seberapa besar perhatian kita terhadap kebersihan dan kesehatan fisik? (nggak lucu kan kalo muslim dekil n burket) dan sudah seperti apa kita memperhatikan asupan gizi dan pola makan (utamanya muslimah lo, harus mulai nyiapain fisik untuk hamil, melahirkan n menyusui, berrat ya? hehe). Kemudia hal yang penting juga mungkin jodoh yang belum menghampiri karena kita yang terlalu pilih2 n pasang kriteria seabrek....sehingga banyak yang datang tapi keder duluan...ato juga dari segi kedewasaan, Allah menilai kita belum mampu memikul amanah sebagai seorang istri...Kedewasaan seseorang itu tidak ditentukan umur juga, jadi belum tentu yang umurnya matang juga dewasa...so, asah ilmu, banyak makan buku..eh salah perbanyak membaca buku untuk mengasah ilmu dan belajr dari lingkungan serta fenomena yang ada agar kita belajar untuk lebih dewasa.
Kemudian usaha pencarian, ini sih sudah jelas kita mau pakai cara halal atau haram.. Jodoh kan udah diatur dari sono, jadi bagaimana usaha kita untuk menjemputnya dengan segenap keyakinan. Ada sih teman yang pernah bilang "nikah itu bukan siap nggak siap tapi mau ato tidak", ada benarnya juga sih. Tapi sekali lagi cara yang benar juga memberikan hasil yang baik juga. Ibarat kita minta sama orang, pasti kita pengen dapet yang baik bukan? tapi pasti orang yang kita mintai pertolongan juga ngeliat cara kita, kalo caranya aja terlarang mana mau ngasih yang baik.. (mbulet yak..). Intinya, kalo ingin dapat jodoh yang baik, sempurnakan ikhtiar tapi lewatlah jalur yang benar tanpa pacaran. kalo emang udah usaha sekuat tenaga tapi belum nemu juga...ya Tawakal jalan yang terbaik plus berfikir positif.
Percayalah, semua kan indah bila saatnya tiba, tak perlu ragu....yang jelas ada doa, ada usaha, dan ada tawakal....jadi bukan doa aja tanpa usaha ato usaha aj tanpa do'a tapi iringi ketiganya dengan kepasrahan dan pikiran positif.....yah, walaupun mupeng dan sedih itu tak bisa serta merta ditepis...karena itu hal yang wajar, namanya juga manusia (^^)
(special buat Umi Fajar dkk @TKI-PA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar