Banyak orang mengatakan, "mencari orang jujur itu susah di zaman sekarang". Saya iyakan, jujur di sini tak hanya sebatas jujur perkataan, tapi juga jujur perbuatan. Mengapa perbuatan??
Sekedar miris bercampur mangkel ketika mendapati beberapa orang dengan seenaknya absen pagi, kemudian keluar lagi dan entah jam berapa akan kembali lagi ke kantor. Seperti juga pagi ini dan beberapa pagi yang lalu, ketika saya mendapati 'beberapa yang tak etis disebutkan namanya' datang absen kemudian entah kemana, pun saat jam pulang kantor, datang, absen pulang, entah sempat mampir ke kantor atau tidak.
Yang membuat saya miris, mereka orang-orang berpendidikan, yang sudah kenyang mengecap mata kuliah agama, pancasila dan kewarganegaraan, apa masih kurang?? atau memang begitulah dunia nyata? dimana ideologi dan prinsip begitu mudah tergerus?? (istighfar)
jam kantor telah ditetapkan, ada mekanisme perizinan, lantas apa karena takut terhitung banyak telat, kena teguran atasan, tapi kita membohongi hati nurani? Kalo berniat ontime selalu kenapa tidak sengaja datang awal saja, tak perlulah 'mengakali' segala. memang orang lain tidak tahu, tapi ada Allah, ada dua malaikat yang selalu mencatat tindak-tanduk kita...loh......huffttttttt......rasanya pagi ini gerah sekali....
Harusnya mereka berfikir, bahwa ketidakjujuran itu efeknya tak hanya sekarang, tapi juga mendatang, tak hanya bagi dirinya tapi juga generasinya kelak.
Saya setuju dengan kebijakan kantor untuk memberikan peringatan kepada 'mereka yang sering telat' tapi jika tidak ada follow upnya, tidak ada mekanisme pengawasan, saya rasa efeknya bisa jadi kinerja secara tertulis baik namun kinerja secara akhlak bertambah buruk.
Semoga saja Allah berikan hidayah bagi mereka yang saat ini belum terbuka pintu hatinya untuk jujur secara perbuatan....
*Ruang kerjaku yang nyaman, juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar