Rabu, 07 Desember 2011

Beranda rindu -sesi kangen

Mengenang kembali SKI SMANESA memutar kembali memori akan indahnya masa eSeMaA...masa ketika titik balik kehidupan dimulai, dari yang awalnya jadi anak pramuka sejati (baca: memulai karir di kepramukaan sejak SD) kemudian mulai mengenal islam. Subhanallah, bagi saya masa ini benar-benar masa yang berat sekaligus indah. Berat karena tingkat SMA emang pelajarannya lebih sulit, dan indah karena saya menemukan saudari baru dalam 'albanna'. Jadi sejak saat itu mulai sedikit berhijrah....

Awal hijrah ternyata tak mudah lho, awal memakai jilbab itu juga tak mudah, ada sindiran, ada picingan mata dan tatapan aneh tapi easy going aja, toh 'gua begini bukan karena loe tapi karenaNya (ala gaul dikit)' yah, walaupun sulit tapi Alhamdulillah ada Allah yang kan selalu menjaga niat baik kita. Sejak hijrah itu jadi punya keluarga baru yang kami saling mengikat karena ukhuwah...

Kemudian dilanjutkan ke masa kuliah, masa bergabung dengan UKKI. Kayaknya waktu kuliah itu jadi rakus organisasi, BEM, HMJ, T-Rex, kepanitiaan LKMM TD, pra-TD, pemadu dan apa saja yang berbau organisasi sangat menarik di mata. Awalnya asyik juga karna tambah teman dan saudara, tambah ilmu juga... Status mahasiswapun nambah embel2 aktivis...jiah....sampai akhirnya tepar kena typus, dan akhirnya keistiqamahan jatuh ke UKKI.

UKKI adalah keluarga ketiga saya setelah keluarga inti, dan keluarga albanna, kalo jaman saya jadi pengurus sih enaknya disebut luna aja alias lu'lu'un jannah yang artinya kalo gak salah mata air surga. Di SKI saya mulai belajar banyak hal pula, organisasi, wawasan keislaman dan lainnya. Yang awalnya study oriented jadi dakwah oriented, intinya jadi aktivis hebat tapi IPK tak boleh jauh dari empat alias di atas 3,3an lah...(hehe....kalo gak , gaswattt).

SKI, mulai dari belajar bertanggungjawab terhadap diri (memanage potensi, upgrade diri, keilmuan dan ruhiyah) hingga manage organisasi. Teringat kala itu, menduduki jabatan yang tak jauh dari BPM dan PSDM, sampai-sampai merasa aneh sendiri, kenapa dua lembaga itu tak mau jauh dari saya? Hm....

Masa itu, masa dakwah kampus adalah masa yang benar2 kan selalu dirindu, saat barisan dikokohkan untuk sebuah tujuan, saat ukhuwah dieratkan dengan rapat dan shaf-shaf diluruskan....disana sebuah VISI besar itu diimpikan. Terlepas dari bumbu-bumbu organisasi yang bernama syuro2 berdarah atau adu argumentasi, terlepas dari kekesalan akibat kelemotan partner kerja tapi itulah indahnya ukhuwah. Saat ada yang melenceng dari jalur atau kena VMJ maka tabayun dan nasihat sebagai pengingatpun kan hadir tanpa diminta, kala futur mendera ada yang menguatkan dan kala ruh mulai low ada charge yang siap mengisi. Subhanallah indahnya dunia dakwah dan ukhuwah....

Aha, betapa rindunya saya dengan beranda rindu yang saya namai dakwah kampus. betapa kangennya dengan suasana syuro atau dengan INTAN, TFM, Mentoring, Upgrading...hm....benarlah sms saudari saya kala itu :

Kelak kita kan merindukan saat ini, dikala rambut telah memutih, mata mulai mengabur dan kaki tak lagi tegak
Maka kita kan merindukan hari0haru ketika berada dalam barisan ini
Mengatakan pada dunia betapa kokohnya kita saat ini

benar adanya...karena kita ada dalam barisan ini, barisan yang selalu kita rindukan untu menggapai RidhaNya. Nahnu du'at qobla qulli syai'in...

Allah jaga kerinduan ini agar kian istiqamah di jalan ini. Di belahan bumi manapun kedua kaki ini kan berpijak, semoga istiqamah itu tetap terjaga dalam penjagaanMu dan semoga azzam ini tak kan pernah surut. amin....


*kurindukan di beranda ukhuwah, Albanna, Luna dan Team Akhwat UKKI

Minggu, 04 Desember 2011

Yakinlah, Semua kan indah pada saatnya...

Semua kan indah pada saatnya, saya yakin itu...di tengan fenomena diskusi dan curhat-curhatan dengan saudari2 saya. Ada yang mengeluhkan mengapa setelh lulus beberapa bulan tapi belum juga diterima bekerja, ada pula yang telah matang dari segi usia tapi jodoh belum datang menghampiri, lantas?? Hm, puyeng juga rasanya, tapi pasti ada resah, gundah dan sedih yang ikut mewarnai, krn saya juga pernah merasakan masa-masa vakum 2 bulan setelah lulus....tapi, positif thinking aja..nikamti saja masa nganggur itu dengan hal-hal positif misalnya membantu ibu, karena kalo kita kerja jauh dari ortu pastinya susyeh sekali untuk birul walidahain (berbakti) langsung kyk dirumah...dan perbanyak doa dengan segenap keyakinan. Saya dulu pernah merasa kacau pas masa itu, tapi Alhamdulillah ada ibu, ayah n sahabat2 yang menguatkan dan alhamdulillah tak berselang lama saya terbang ke bandung... (alhamdulillah ya). Teman seangkatan kuliah saya pun pernah mengalami hal yang sama, tapi kami saling memotivasi bahwa skenarionya adalah yang terbaik dan semua kan indah saat masa itu tiba. ndilalah pada diterima di perusahaan bonafid dan BUMN, Subahanallah, sekali lagi skenarioNya itu begitu indah dan tepat lho... 

well, untuk indah pada masanya tentang jodoh...saya yakin juga bahwa semua kan indah pada masanya. Mengenang chatting dengan kak Wina, kenapa ya banyak muslimah keren yang sudah matang tapi belum juga menikah? apa para ikhwan itu pilih2, akhwatnya yang pilih2 ato emang belum datang jodohnya? Terlepas dari opsi satu dan dua, saya memilih opsi yang ketiga yaitu emang belum datang jodohnya. Kenapa begitu? bukankah Allah itu sesuai prasangka hambaNya dan bukankah pertolongan Allah datang atas usaha kita juga. Usaha yang saya maksud ya, usaha perbaikan diri, usaha melalui orang-orang yang kita percaya, dan tawakal kita atas segala usaha yang sudah kita lakukan. 

Terkait usaha perbaikan diri, sudah seberapa jauh kita mengevaluasi diri kita, mulai dari sikap dan perilaku kita apakah sudah sesuai dengan etika seorang muslim, kemudian sudahkah kita memperbaiki amal ibadah kita mulai dari yang wajib ditambah yang sunnah, sudah seberapa besar perhatian kita terhadap kebersihan dan kesehatan fisik? (nggak lucu kan kalo muslim dekil n burket) dan sudah seperti apa kita memperhatikan asupan gizi dan pola makan (utamanya muslimah lo, harus mulai nyiapain fisik untuk hamil, melahirkan n menyusui, berrat ya? hehe).  Kemudia hal yang penting juga mungkin jodoh yang belum menghampiri karena kita yang terlalu pilih2 n pasang kriteria seabrek....sehingga banyak yang datang tapi keder duluan...ato juga dari segi kedewasaan, Allah menilai kita belum mampu memikul amanah sebagai seorang istri...Kedewasaan seseorang itu tidak ditentukan umur juga, jadi belum tentu yang umurnya matang juga dewasa...so, asah ilmu, banyak makan buku..eh salah perbanyak membaca buku untuk mengasah ilmu dan belajr dari lingkungan serta fenomena yang ada agar kita belajar untuk lebih dewasa.
Kemudian usaha pencarian, ini sih sudah jelas kita mau pakai cara halal atau haram.. Jodoh kan udah diatur dari sono, jadi bagaimana usaha kita untuk menjemputnya dengan segenap keyakinan. Ada sih teman yang pernah bilang "nikah itu bukan siap nggak siap tapi mau ato tidak", ada benarnya juga sih. Tapi sekali lagi cara yang benar juga memberikan hasil yang baik juga. Ibarat kita minta sama orang, pasti kita pengen dapet yang baik bukan? tapi pasti orang yang kita mintai pertolongan juga ngeliat cara kita, kalo caranya aja terlarang mana mau ngasih yang baik.. (mbulet yak..). Intinya, kalo ingin dapat jodoh yang baik, sempurnakan ikhtiar tapi lewatlah jalur yang benar tanpa pacaran. kalo emang udah usaha sekuat tenaga tapi belum nemu juga...ya Tawakal jalan yang terbaik plus berfikir positif.

Percayalah, semua kan indah bila saatnya tiba, tak perlu ragu....yang jelas ada doa, ada usaha, dan ada tawakal....jadi bukan doa aja tanpa usaha ato usaha aj tanpa do'a tapi iringi ketiganya dengan kepasrahan dan pikiran positif.....yah, walaupun mupeng dan sedih itu tak bisa serta merta ditepis...karena itu hal yang wajar, namanya juga manusia (^^)



(special buat Umi Fajar dkk @TKI-PA)





Minggu, 27 November 2011

Tahun Baru Hijriah


           Ketika malam larut dalam kelam
           Detik-detik hidup berjalan
           Pada sebuah lorong waktu
           Yang panjang , namun tak menyisakan tunggu
           Ketika siang bergulir
           Detik berganti menit, jam berganti hari
           Dan hari terus berputar pada waktu edarnya
          
           Ketika tahun berlalu, dan tersisa lembaran kenangan lalu
           Waktupun makin berlari
           Tanpa tau jarum kompas yang berputar datar
            Epiosode hiduppun terus berjalan bersama usia yang semakin senja
            Dan angan semakin panjang akan sebuah kehidupan yang berpendar

           Malam kian larut, jarum jam berdentang lembut
           Membawa hidup pada episode yang harus baru
           Karna tahun semakin baru
           Tahun semakin tua

            Seiring hadirnya tahun baru,  hijriyah yang manis,
            Semanis hidup yang senantiasa dihiasi iman
            Hijriah yang lembut,
            Selembut hati yang penuh maaf
            Hijriyah yang fantastik,
            Sefantastik cintaNya yang selalu hadir dalam serenada kehidupan

           Dan pasti,  di hijriyah yang penuh harapan dan cinta
           Terselip sebuah surat cintaNya
           Sebuah surat yang ditulis untuk orang-orang tercinta
           Yang dieja dan terlantun setiap saat
           Dari getaran jiwa pemburu cinta
           Dari ketukan gerigi kuat yang tak kan pernah melewatkan sedetikpun waktu
           Demi membaca lembaran surat cinta di tahun baru hijriyah
           Dan berharap penuh akan cahaya cinta yang takkan padam
         

Senin, 07 November 2011

Idhul Adha 1432 H

Suasana idhul adha tahun ini...masih di perantauan lagi...tanpa keluarga tercinta, hm.... Tapi, kalo tahun kemarin menghabiskan idhul adha bersama mbak Fajar maka tahun ini bersama kak Maulia  dan Oza di kota Lhokseumawe.
Lokseumawe adalah kota terbesar kedua setelah banda Aceh di wilayah Nanggoe Aceh darusalam. Kalo dahulu kita tak asing dengan istilah petro dolar untuk menyebut kota ini, pasalnya di kota ini dulu PT Arun dan PT PIM masih sangat berjaya sehingga kota ini menjadi kota paling terkenal jika kita menyebut nama aceh.

Lebaran di perantauan, ada suka dukanya juga. Duka saat kangen dengan masakan bunda, suka karena banyak teman baik di sini...Dan hari pertama di sini, saya habiskan dengan berkeliling kampung jawa lama serta ke rumah saudara-saudara kak lia (sedih juga jauh dari keluarga, hikzz....)

kemudian, dilanjutkan jalan-jalan berkliner, niatnya ingin mencoba bakso, rupanya jadi juga mencari tapi  letaknya di pegunungannya kota lhokseumawe tepatnya di cot matahe...awalnya ingin kencan sore bersama kak yun mencari madu, tapi apa daya bakso memiliki daya pikat yang kuat. Cut Matahe, menghabiskan waktu perjalanan sekitar 45 menitan, maklum dengan relief jalan yang berbukit dan aspal yang tidak rata, ditambah terkadang ada rombongan sapi dan kambing yang melintasi jalan raya, sehingga kadang membuat jalanan macet. Hm, insiden sapi dan kambing turun ke jalan sudah biasa di banda aceh, dan akan terasa aneh bagi orang yang baru pertama di aceh, karena di tempat tinggal saya (jatim) hewan-hewan pasti akan diikat atu dikurung oleh si pemilik dan pemiliklah yang mencarikan rumput. kalo di sini mungkin karena faktor keamanan dari maling hewan maka sapi-sapi yang merumput sendiri.. (glek!!)
Lokseumawe memiliki keindahan waduk, pantai dan gunung. walaupun kota ini kecil dan berada di pinggir laut tapi cukup sarat penduduk.
Beralih dari loksmawe, setelah tiga hari menghabiskan liburan di lhoks, maka saatnya kembali ke banda. Lama perjalanan banda-lhoks kurang lebih 6 jam (teler...). Tapi, karena pemandangan aceh cukup indah, apalagi seulawah (gunung sepasang yaitu seulawah agam dan seulawah inong), maka 6 jam tak terlalu membosankan.





Niatnya selama perjalanan di seulawah ingin memotret gunung seulawah agam-inong, tapi apa daya keterbatasan kamera, dan hanya dapat dilakukan dari dalam mobil dengan kecepatan tertentu, maka hanya beberapa saja yang terambil. Hal yang disayangkan dari seulawah adalah adanya penggundulan, sehingga beberapa pohon bekas di bakar terlihat di beberapa titik. cukup disayangkan. Hal yang menarik lain dari seulawah adalah oleh-oleh khasnya, yaitu aneka macam keripik dan tape ubi manis....

Akhirnya, setelah 6 jam, Alhamdulillah tiba juga di kota banda. Siap-siap ngantor walaupun telat...hehe...


'8 nov 2011'